Egaegegg
*From Tere-Liye
Di dunia ini, alasan ‘penting’ saja tidak cukup memadai untuk menggerakkan orang2 melakukannya. Misalnya, kita semua tahu berolahraga itu penting. Tapi tidak otomatis semua orang berlomba2 mau berolahraga. Lebih banyak yang memilih naik motor, mobil, walaupun tujuannya hanya 250meter. Wussh, sampai, wussh, pulang, selesai. Dan dia lupa, telah kehilangan kesempatan berjalan kaki 1.000 langkah yang amat penting bagi kesehatan badan.
Di dunia ini, alasan ‘mendesak’ saja tidak cukup untuk menggerakkan orang2 melakukannya. Misalnya, kita semua tahu, shalat tepat waktu itu mendesak. Kita tahu, makan tepat waktu itu mendesak. Kita tahu, segera menyelesaikan skripsi, thesis, paper, PR, atau apapun tugas lainnya mendesak. Tapi lebih banyak yang suka mengulur2 waktu. Nanti-nanti saja, menunggu hingga benar2 sudah terdesak, lantas serabutan apa adanya—dengan merepotkan banyak orang.
Dan sebaliknya, ternyata hal2 yang tidak penting dan tidak mendesak, lebih mudah dilakukan. Bukankah main internetan itu tidak penting? Tapi orang suka melakukannya—termasuk saya. Main game itu juga tidak mendesak, tapi orang gemar menghabiskan waktu untuknya—termasuk saya lagi. Ajaibnya, hal-hal seperti ini, kita tidak memerlukan tips, saran, panduan, kursus, atau apapun, kita bisa belajar dengan sendirinya, dengan semangat malah, dengan amat cepat, dan canggih.
Kenapa?
Karena ternyata, alasan ‘penting’ dan ‘mendesak’ bukan lagi faktor serius hari ini. Ternyata ada hal lain yang harus dipertimbangkan bagi setiap orang, yaitu faktor: menyenangkan.
Belajar jauh-jauh hari, menyiapkan diri jauh2 hari untuk sebuah ujian, itu penting dan mendesak. Tapi ketika dia tidak menyenangkan, maka ya, nanti2 saja. Coba kalau hal itu menyenangkan seperti main futsal, maka dengan cepat urusan selesai, tidak perlu ada orang tua yang cerewet, diingatkan berkali2, atau pertengkaran.
Maka, kalau ada orang datang yang bertanya, bagaimana melakukan sesuatu, bagaimana menulis yang baik, bagaimana menjadi penyanyi yang baik, bagaimana masak yang lezat, bagaimana dan bagaimana, termasuk bagaimana memperoleh kampus yg bagus, pekerjaan yang keren, bagaimana seperti orang2 lain yang terlihat sukses, maka jawabannya simpel saja: apakah kalian menemukan kesenangan melakukan hal tersebut? Kalau tidak. Segeralah tumbuhkan rasa senang tersebut. Pupuk banyak2, agar dia selalu menjadi energi tidak terbatas untuk melakukannya. Lagi, lagi dan lagi.
Tidak perlu tips apapun, tidak perlu petunjuk, resep, tidak perlu banyak mendaftar kecemasan, konsen.
Berhenti bertanya, mulailah bersenang2. Semoga berhasil.
So why were you holding his hand? Is that the way we stand?
Were you lying all the time? Was it just a game to you?
I’m sure I’m not being rude, but it’s just your attitude,
It’s tearing me apart, It’s ruining everything.
-linger-
Hatinya suci mulia, pribadinya agung tak ternoda
Penghuni langit dan bumi cinta, kepadaNya, karena Ia kekasih Tuhan Nya
Cinta kepada ummatnya, sedalam perasaan setinggi lamunan
Secerah gemintang yang bertebaran di alam raya
Tiada berbalas apalagi terbalas, itulah cintanya
Musuh pun tak kuasa membencinya
Jasad mereka menentang namun hati mereka mengakui keagungan pribadinya
Karena akhlaknya begitu indah, seindah keindahan yang terindah
Saat pedihnya sakaratul maut kau rasa
Saat itupun engkau masih ungkapkan cinta
Ummati ummati ummati..
Kau masih teringat akan kami ummatmu
Namun kami selalu melupakanmu
Oh sungguh mulianya hatimu
Oh sungguh indahnya cintamu
Wahai saudaraku pantaskah kita selalu melupakannya?
Karena tanpanya hidup kita hanyalah kehinaan
Karena tanpanya hidup kita hanyalah kegelapan
Karena tanpanya kita tak akan pernah mengenal Allah yang Esa
Yaa Rasulullah..
No one know what inside people’s heart. Sometimes your friend can be your biggest fans, and he/she hopes you very much for what you’ve done.
Alhamdulillah. Akhirnya, setelah 4 tahun menjalani studi di Institut Teknologi Telkom, selelsai sudah kewajiban saya sebagai mahasiswa aktif di ITT. 25 Juli kemarin merupakan salah satu hari yang sangat bersejarah dari kesekian hari bersejarah di hidup saya. Alhamdulillah saya lulus sidang :)
4 tahun bukanlah hal yang mudah untuk dilalui. Banyak sekali, bahkan terlalu banyak menurut saya masalah, tekanan, dan lika-liku yang harus dihadapi. Tulisan sederhana ini tak akan bisa menggambarkan bagaimana itu semua terjadi. Namun saya hanya akan berucap alhamdulillah ya Allah, terima kasih :) semoga 4 tahun ini membawa berkah bagi saya, juga kedepannya. Aamiin





